Rabu, 11 September 2013

date night

Saat itu aku melangkah, dengan setangkai bunga mawar
Aku menuju ke suatu tempat, yang kami sepakati 2 minggu lalu

Malam ini tak terasa dingin
Darah di pembuluh darah ku terpacu kencang
Detak jantung pun tak karuan terasa
Inikah deg-degan itu?

Waktu itu tepat pukul 7 malam, aku sampai di sana
Di bangku taman aku menunggu dia, kekasih baru ku

Seraya menunggu aku perhatikan gelap di sekeliling
Terlihat hanya cahaya bulan yang berusaha menerangi setiap sudut taman
Taburan bintang yang seperti kismis warna-warni kesukaan dia
Dan lampu bundar di samping bangku taman ini terlihat manis

Sialnya embun tak mau bersahabat malam ini
Bangku taman malah menjadi semakin dingin
Hanya sebagian di bawah pantatku yang terasa hangat
Embun.. tak bisakah kau istirahat malam ini saja?
Aku tak ingin nanti dia merasa kedinginan

Yah sudahlah, embun tak menyahut
Aku hanya bisa membilas bagian kiri bangku panjang ini
Agar tidak basah karena embun sialan, tempat duduknya tuan putri ku

***

Aku mulai tersadar, ya iringan langkah yang mengarah kesini
Aku mulai tersadar, ya dia sudah datang dengan semua harapan

Dia yang datang dengan dress hitamnya
Jam tangan klasik hadiah ulang tahun dari ku
Yes, she look so elegant

Angin menghembuskan rambut hitam berkilauannya
Mungkin dia pakai sunsilk atau pantene? ahh apalah
but shine of it that could make me so horny

Warna kulitnya sempurna diterpa kuning cahaya bulan
Apalagi bersih beningnya di bagian bawah leher itu
Gila from hair to toe she look so perfect

Sambil melambaikan tangan, dia mempercepat langkahnya
Sampai akhirnya dia duduk di bangku taman ini
Dan kita mulai menelusuri malam yang bertabur bintang


Hi :)

tertanda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin